Update Pusaka News - Rafael Tan resmi membuka lembaran baru perjalanan musiknya di tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Aku Sayang Kamu”. Lagu ini menjadi single comeback Rafael setelah kurang lebih tiga tahun tidak merilis karya solo, sekaligus langkah awal menuju proyek EP atau album solo yang tengah dipersiapkan untuk dirilis di tahun 2026.
Meski dikenal luas sebagai anggota boyband SM*SH, Rafael Tan telah lama memiliki perjalanan musik personal di luar grup. “Aku Sayang Kamu” menjadi bukti kesinambungan perjalanan tersebut—sebuah lagu yang tidak hanya membawa identitas musikalnya hari ini, tetapi juga merekam sejarah panjang perjalanan kreatifnya sejak remaja.
Lagu SMA yang Menjadi Hits Era 2000-an
“Aku Sayang Kamu” pertama kali dikenal publik sebagai lagu dari band SMA Rafael Tan bernama Cola Float. Di era awal 2000-an, lagu ini sempat menjadi hits single di skena musik indie Bandung, bahkan menempati peringkat pertama di berbagai chart radio hits Bandung selama berminggu-minggu. Lagu ini pun memiliki tempat tersendiri di hati pendengar yang tumbuh di era tersebut.
Ditulis berdasarkan cerita pribadi penulisnya, lagu ini merekam pengalaman emosional yang jujur dan dekat dengan realitas banyak orang—tentang menemukan tambatan hati, kehilangan, dan kesetiaan dalam menunggu.
Makna Lagu
Secara naratif, “Aku Sayang Kamu” bercerita tentang seseorang yang telah menemukan tambatan hatinya, namun harus menerima kenyataan pahit ketika orang yang dicintainya justru pergi bersama orang lain. Meski begitu, karena rasa sayang yang begitu besar, ia memilih untuk tetap menunggu dengan harapan suatu hari cinta itu kembali.
Tema penantian, keikhlasan, dan cinta yang tidak menuntut ini disampaikan lewat balutan sweet pop RnB
yang sederhana namun emosional, menjadikan lagu ini relevan lintas generasi.
Aransemen Baru, Rasa yang Lebih Dewasa
Mengingat lagu ini berasal dari era 2000-an, Rafael Tan merasa perlu menghadirkan sesuatu yang selaras dengan selera musik masa kini. Proses aransemen ulang pun dilakukan secara matang, termasuk melakukan beberapa perubahan pada bagian lagu.
Setelah melalui berbagai eksplorasi dan pergantian konsep, Rafael akhirnya menemukan pendekatan yang tepat—menghadirkan aransemen yang lebih segar tanpa menghilangkan ruh dan memori emosional dari versi lamanya.